tanpa koma

jalan ini kembali lagi menemui saya. menceritakan banyak hal tentang orang-orang yang sudah melangkahkan kaki diatasnya. saya tahu dia lelah dan ingin berhenti. tapi haruskah saya percaya begitu saja kalau dia benar-benar kelelahan. atau saya harus membuktikan bahwa dia benar-benar ada diluar sana. beradu dengan asap kendaraan dan panasnya terik matahari. berbagi lahan dengan pedagang kali lima dan rela diserbu banjir kala hujan.
saya tak pernah tahu. sama seperti saya membiarkan semuanya berjalan dengan semaunya. saya capai untuk mengendalikan. saya lelah untuk berusaha menahan. karena panasnya ternyata lebih dari membuat kulit ari mengelupas. dan dinginnya bisa lebih beku dari eropa di musim badai salju.

namun

kali ini saya salah.
telah membiarkan semuanya berlayar sesuka hati. saya salah tak membawa pulang apa yang saya butuhkan. malah membawa jerami yang hanya mengotori.

sekarang

saya ingin lepas. semua sandiwara di jalanan ini pasti sudah masuk season ke seratus. atau seribu. tapi tetap saja saya jadi pemeran utama sendirian. sudah. sekarang saya berhenti meyakini yang selama ini saya percayai. yang selama ini menjadi senjata untuk mematahkan teori-teori kolosal tentang percintaan. saya mengaku menyerah sepenuh hati.

terima kasih untuk perjalanan nyaris enam tahun yang indah dan membuat saya enggan berhenti.
terima kasih untuk mimpi yang juga nyaris enam tahun yang membuat saya candu seperti ekstasi.
terima kasih untuk jalan-jalan setiap pagi di sepanjang runway diiringi kicau burung bersahutan.
terima kasih untuk setiap pelajaran tentang hidup yang membidani kelahiran banyak tulisan dalam blog maupun catatan-catatan dalam buku.
terima kasih untuk kesetiaan dalam keimanan yang pernah saya ragukan tanpa kamu ketahui.
terima kasih telah  memberi sedikit jalan untuk mencintai-dicintai - memiliki-dan dimiliki. seutuhnya.

terima kasih untuk setiap bara yang terlempar di depan muka. dan tak lupa terjangan banjir yang kita taklukan bersama. sepoi angin yang mengencani sore hari menjelang matahari berpulang. dan hasrat yang begitu besar untuk membangun sebuah singgasana abadi di dunia - yang kita takkan pernah miliki bersama.

selamat datang... saya tanpa kamu (lagi).

Comments

Popular Posts