cinta

membaca sebuah catatan diatas awan:

saya suka menulis, bukan sejak bertemu kamu. bukan sejak kita saling rindu. walau kadang saya jadi lebih produktif ketika kamu hadir disini menemai saya sambil melagu.
kamu bukan penyanyi, tapi suara kamu sudah lebih dari cukup untuk mendatangkan Adhitia Sofyan sekalipun dihadapan saya.
saya tak terlalu sering mendengar kamu bicara, apalagi bercerita. tapi saya cukup bahagia ketika bahu kamu ada dan tangan kamu sedia untuk mengiringi langkah kaki melangkah.
saya tak perlu ucapan romantis apalagi tulisan berbunga-bunga tentang cinta dan peranakannya, karena melihat kedalam dua bola mata yang bercokol di kepalamu saja sudah menjelaskan segala isi dunia yang Maha Cinta ini.
ketika kamu tak perlu bertanya, tak banyak mengumbar kata, tak banyak menjanjikan bahagia. saya mengerti kamu butuh cukup waktu untuk memahami tanpa saya ketahui.
saya tak suka dicecar dengan pertanyaan konyol.
saya tak suka dicecar dengan pernyataan konyol.
dan...
kamu mengerti tanpa saya perlu membuang muka untuk mual dibalik layar ponsel.
dan...
kamu teduh tanpa perlu berpikir panjang untuk tergenang.

 ***sebuah catatan dalam hujan

Comments

Popular Posts