PEMUDA: BERANI BERUBAH, BERANI MENGUBAH

"We are The Future Leaders"

Ayo... Yang merasa muda dan punya cita-cita besar untuk ikut serta dalam meningkatkan kualitas Bangsa. Ini saatnya kita untuk berkarya dan membuat perubahan ke arah yang lebih baik itu menjadi nyata. Sudah bukan jamannya lagi kita yang muda untuk menyerahkan segala urusan kepada yang tua. We Are The Future Leader!!!

Mereka yang tua akan tiba pada waktunya untuk menyerahkan nasib dan kelangsungan Bangsa ini pada kita, para pemuda Indonesia yang sekarang. Lalu apa jadinya jika kita tidak mulai bersiap dari sekarang?
sekarang???
ya, NOW ACT!!!


Ini bukan saatnya kita untuk hanya bersenang-senang, hanya mengkritik, hanya menumpahkan keluhan melalui sosial media. Yakin kita bisa melakukan hal yang lebih dari itu apabila kita punya kemauan dan kesadaran untuk mengubah. Aksi dan kontribusi kita dinanti untuk mencapai perubahan yang dirindukan oleh seluruh Bangsa.

Kesempatan memang tidak dimiliki oleh semua orang, kesempatan apapun itu. Kesempatan untuk mengenyam bangku sekolah, bahkan sekolah wajib 9 tahun-pun begitu banyak yang tak bisa merasakan. Kesempatan untuk memperoleh lapangan pekerjaan, mengingat angka pengangguran pada 2004 - 2013 masih cukup mencengangkan. Berikut yang dilangsir website Badan Pusat Statistik:
Angkatan Kerja : max 121,19 juta orang dan min 103,97 juta orang.
Bekerja : max 114,02 juta orang dan min 93,72 juta orang.
Pengangguran : max 11,90 dan min 7,17 juta orang.

Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Fasli Jalal pada 2013 diperkirakan jumlah penduduk Indonesia bertambah menjadi 250 juta jiwa dengan pertumbuhan penduduk 1,49 persen per tahun (dikutip dari republika).

Namun apakah mengubah harus selalu menunggu mereka yang strata pendidikannya tinggi?
tidak! perubahan takkan terjadi jika tidak dimulai dari diri sendiri, dari skala yang paling kecil. sederhananya: sudahkah kita yang muda ini peduli dengan lingkungan sekitar? misalnya kebiasaan membuang sampah, kebiasaan menyuarakan pendapat dengan santun dalam forum - forum diskusi, kebiasaan untuk mendengarkan gagasan orang lain, kebiasaan untuk berani namun tetap menghargai orang lain.
sudahkah kita berani menjadi pemimpin dalam kelas? dalam sebuah klub olahraga? atau dalam suatu forum pemuda. dan apakah kita sudah menjadi pemimpin yang patut dicontoh dan pantas diikuti?

pertanyaan-pertanyaan diatas secara otomatis sudah membuat kita berpikir dan akan mampu menjawab. SUDAH? atau BELUM?

Karena dari sanalah akan terbentuk jiwa-jiwa pemimpin yang layak diteladani atau pemimpin yang mulai menunjukkan arogansinya. kita dididik untuk belajar dari sekitar, untuk peka terhadap segala sesuatu di lingkungan kita. Dan di Jaman yang serba modern ini, akses terhadap berbagai hal seperti tanpa batas. Dari sinilah kearifan kita sebagai penerus bangsa diperlukan, apakah hanya akan digunakan untuk hal-hal yang berguna bagi diri sendiri, atau kita menggunakannya untuk kepentingan orang banyak, sesuatu yang bermanfaat untuk dunia sekitar kita.

Yang muda, yang punya kesempatan untuk membuka kesempatan. Bukan hanya menunggu. Membuka harapan orang lain dan memberdayakannya, terutama kesempatan untuk memperoleh lapangan pekerjaan. Jangan menunggu jika kita mampu berbuat. Banyak contoh yang sudah ada di sekitar kita, ketika mereka yang muda memutuskan untuk menjadi wirausahawan dan justru membuka kesempatan kerja untuk yang lain, manfaat yang berjamaah bukan?

Namun kita patut bangga pada mereka, pemuda Indonesia yang berhasil berkarya dan menunjukkan pada dunia, melalui apa yang mereka bisa lakukan. ini dia Juara All England 2014:



dan pada 2013 lalu, kita sempat dibuat terharu oleh tim Homeless World Cup  dari Indonesia yang bertandang ke Polandia. Meskipun akhirnya Indonesia harus mengakui keunggulan Rumania dan mengakhiri perjuangannya di Homeless World Cup 2013 dengan peringkat ke-8 dari 46 tim yang bertanding (HWC 2013).

Jika ada yang masih asing mendengar istilah HWC atau belum tahu apa itu HWC, sederhananya: HOMELESS WORLD CUP adalah ajang sepak bola yang diikuti oleh berbagai negara di dunia. Ajang sepak bola ini melibatkan pemain yang tidak seperti biasanya, mereka sebagian besar berasal dari kaum yang terpinggirkan seperti penderita HIV/AIDS dan para gelandangan atau tunawisma.

Tapi bukankah itu sudah cukup menjadi suatu bukti bahwa, mereka yang kurang beruntung pun mampu berbuat untuk bangsa ini, bukankah lebih banyak lagi pemuda yang lebih beruntung dari mereka ini?


Ya. KITA.
Ayo. Berbuatlah untuk Indonesia yang Lebih Baik.
Jangan berpangku tangan. Jangan hanya Mengeluh.
Kita semua adalah calon Pemimpin Bangsa, dan mulai sekaranglah kita harus Berani Mengubah.
Berbuatlah! menjadi pemimpin yang baik untuk diri sendiri hingga dapat menggerakkan orang lain!
Turun Tangan! Jangan Menunggu! 


Salam Hebat! Pemuda Indonesia!

Comments

Popular Posts