saya
saya
mengapa saya selalu mengawali tulisan dengan kata 'saya',
mengapa saya menanyakan hal-hal yang tak layak ditanyakan,
mengapa selalu saja akal terbentur dengan nyata yang kadang saya pikir itu kejam.
dan tulisan ini akhirnya saya mulai tanpa kata 'saya'
suatu waktu nanti saya ingin bekuan dari hari ini menemui saya dan mengucapkan rindu terdalam untuk kembali,
bila mungkin masih ada kesempatan untuk mengulang dalam ingatan betapa bahagia saya dengan apa yang sedang saya perjuangkan saat ini.
waktu tak butuh waktu untuk membuktikan bahwa apa yang saya impikan akan menjadi kenyataan, nyata saja seperti yang saya rasa adalah rasa yang kejam,
dia memilah-milah untuk bersandar enak, dan saya terpaksa harus menang.
tidak semua orang bisa terbangun dan sadar,
kalau pun ada yang terbangun, lihat saja, mungkin dia belum sadar,
atau mungkin dia sadar tapi enggan terbangun.
saya merasakan tak enaknya dibangunkan dengan paksa, disuruh ini disuruh kesitu disuruh begitu.
tapi setelah itu saya sadar, walau bangun kadang bukan pilihan tapi hanya ketika bangunlah kita merasakan nikmatnya ditampar air keran, leganya dihujani teh hangat.
dan perihnya disiram keringat.
kalau saya bisa membekukan waktu,
tapi tidak bisa.
maka saya hanya berharap semoga tulisan ini bukanlah saya yang terbangun karena terlalu banyak menuliskan 'saya'.

Comments
Post a Comment