untuk suatu siang

" saya nggak butuh apa-apa untuk menjelaskan padamu kalau saya ada. bahkan cinta-pun mungkin saya nggak punya. semua yang pernah saya dan kamu jalani tahu-tahu menguap, hanya aku masih tetap seperti ini - bodoh seperti yang kamu bodohi. menguap, seperti kentut. walaupun saya tahu kalau kentut itu sebenarnya nggak menguap. dia memang gas yang keluar sebagai gas. jadi apa yang dulu saya dan kamu jalani bukanlah kentut, tapi kuning dan gelap tahi-nya.
ah, kamu marah.
tapi saya bisa apa. bisa seperti kamu yang dengan gagahnya meniadakan? hah.
ah, bukan. saya bukan benci kamu. saya cuma sayang kamu.
kamu lihat mata saya? ya, saya cuma bercanda.
kamu tetap tahi "


Comments

Popular Posts