hyperballad

terima kasih untuk bersedia sibuk menjadi pengetik yang meluangkan satu menit untuk menceritakan perasaannya.kadang waktu begitu mahal bagi kita yang selalu diserang rindu tertubi-tubi. tapi waktu telah mengajarkan aku untuk menunggu, menunggu kamu pergi dan menunggu yang lain kembali. kembali menjadi yang pernah ada lalu hilang.

kamu lalu jadi terlalu sering menjadi penerjemah jarak, kamu bermetafora macam-macam untuk mengatakan tak ada yang salah dengan ruang. satu-dua kali aku merasa kamu adalah percikan awan yang tertinggal dari kumpulannya. lebih dari itu aku anggap kamu terlalu membual untuk memisahkan kerinduanku dan segelas penuh kesenangan yang kamu punyai disana.

aku tidak sedang jatuh lalu mencinta padamu, aku sedang menggali. entah apa yang akan aku temui :)

Comments

Popular Posts