Pintas

Ada harga yang harus dibayar untuk terus berpura-pura. Ia berbunga tiap detik dan terakumulasi menjadi bom waktu. Sedia meledak kapan saja ia mau. Mahalnya setimpal dengan rasa sakit yang juga dipupuk tiap hari, kumpulan perasaan bersalah dan putus asa. Yang pada suatu titik pernah ingin melunasi hidup sebelum waktunya, mungkin titik-titik yang demikian juga tengah menanti di depan sana. Entah akan dilewati dengan kepala tetap tegak atau memilih jurus pamungkas bayar di muka.

Ada harganya.
Tergantung seberapa kuat menyelamatkan sisa asa. Tak ada bantuan yang bisa jadi cadangan tenaga, yang dipunya hanya yang ada, yang rasa. Tak juga ada sepasang mata yang akan berempati memandang penuh duka, tak perlu, takkan membantu.

Jadi akan berapa harganya?

Comments

Popular Posts