Chester, My Childhood and Everything Between

Rest in Peace, Chester Bennington.
Never enough to adoring you after so many reason you were influenced me. You teach me how to love and enjoying listen to music.
I'd fulfill my childhood with your music. There was four cassettes of your LP that I have.
Much love to you 🍃

Bumi kayak berhenti berputar beberapa detik saat buka twitter semalam dan dengar kabar kalo Chester bunuh diri. Breathtaking. Is it right? Or hoax?

Tweet beberapa musisi yg gue follow akhirnya mempertegas bahwa kabar itu bukan isapan jempol aja. Seketika teringat tumpukan kaset pita di rumah, kaset punya abang yang sejak gue beranjak dewasa berpindah hak milik.
Gue dari kecil udah terbiasa dengan volume kenceng tape recorder yang dimainin abang, kaset dari linkin park, limp bizkit, eminem, sepultura, metallica semua ada. Baru ketika itu gue tahu kalo abang gue suka beli-beli kaset. Beberapa juga dikasih sama gebetannya (kala itu), mangkanya ada yang dobel-dobel. Abang gue udah punya trs dikasih lagi sama temennya. Reanimation-nya LP punya dua, Eminem show juga punya dua.

Sedih. Semakin sedih baca postingan orang2 di #RIPChesterBennington. Semakin sedih lagi puter ulang lagu2nya, denger liriknya. Betapa depresi kill him as that shit. Lalu gue teringat hari sebelumnya ada oka mahendra yang juga dikabarkan meninggal karena hal yang nyaris sama. Gue ga terlalu ikutin, tapi beberapa yang gue baca gue jadi tahu istilah (sumpah gue lupa banget apa dsebutnya, kalo ga salah inget ada kata2 'by design' nya. Cmiiw). Apapun itu artinya, mungkin motif dibalik tindakan yang dilakukan Chester maupun Oka berbeda. Tapi sama2 ga disangka. Lalu menilik lagi lagu2nya linkin park, gue bertanya oada diri sendiri, have I ever feel like that? Yes, I'm fuckin have.
Pada akhirnya mekanisme koping yang menentukan akan gimana akhirnya. Because no matter it's a tiny pebbles or gigantic things, we're not own all the problem in the world.

Musik udah jadi bagian dari masa kecil gue, itulah kenapa sekarang gue ga jauh2 dari itu. Yang terasa banget ketika gue mulai idolain banyak musisi dan nikmatin banget karya mereka, gue jadi merasa kecil. Telatennya mereka latihan ngejar mimpi, jatuh bangun, karya dibajak, konser sepi, album ga jadi2, tapi tetep fight on their own goals. Hebat bukan lagi!
Dan ketika ada kabar musisi luar negeri yang meninggal dunia, seketika akan rame di sosia media, mereka akan ngucapin belasungkawa dan mengungkapkan kesedihannya betapa karya si musisi yang meninggal itu jadi salah satu alasan dia berkarya atau jadi semangat dia atau bahkan jadi kiblat dia bermusik. Ga semua pernah bertemu mungkin, sama kayak gue seorang fans yang lihat mereka live instagram aja udah bhgyanya bukan lagi. Jadi seringnya gue ikutan sedih meskipun sebenernya ga ngerti juga karya si musisi yang meninggal itu kayak apa. Ngebayangin itu terjadi pada someone yang jadi motifasi buat gue.

Sebelas dua belas sama abang yang kala itu koleksiin kaset, gue sekarang demen beli CD. Many ppl asking why, but I cannot give them any reason to make them understand. Seenggaknya ujung2nya mereka akan bilang "buang2 duit". WTF.

Ketika gue kecil, abang gue beli kaset harga 22k, ada beberapa yg 25+. Kalo dibandingin sama duit sekarang yg gue pakai beli CD, ya ga jauh2 amat sih. Rata2 harga CD mulai dari 45k bhkan beberapa ada yang 30/35k. Yasih abang gue beli kaset, gue beli CD. Tapi kan motifasinya sama, sama2 suka, sama2 penikmat.
Mungkin itu alasan kenapa abang gue ga pernah nyinyir dan komenin macem2 ketika dia tahu ada paketan datang isi CD. Polnya doi cuma nanya "CD apa lagi". Udah, gitu tok. Ngerasa kali dia, dulu doi juga gitu. But I'm so happy realize that both my brother were surrounding my childhood with something that finally i loved too.

Bagi gue, beli CD original musisi favorit bukan semata karena suka aja. Mengapresiasi karya mereka bisa banyak cara, gue yang hasrat untuk nonton konsernya jarang terealisasi maka lebih memilih untuk beli CDnya. Oleh karena bikin album (atau mini album) itu nggak sebentar dan butuh duit yang ga sedikit, maka uang sekian puluh ribu yang gue bayarkan untuk beli satu CD mereka cuma upil kering yang nempel di pojokan, nggak ada apa2nya bo'. Dan tahu nggak, kadoin CD buat ulang tahun ternyata cukup anti mainstream. Buat orang2 yang gue tahu juga suka musik, CD lebih gue pilih untuk kado. Sama ketika gue kasih buku ke orang yang gue ngerti suka baca. Manfaat dan menyenangkan.

Bahwa pembajakan dan upload illegal menjadi hal yang makin dikecam adalah poin yang makin hari makin penting karena pembajak ga ada matinya. Ada terus. Terus ada. Huf. Lah.
Semoga meski dibajakin para musisi terus berkarya ya (sumpah hebat mereka mah junjunganqhu... gue yang ga ada apapanya sama proses pembuatan karyanya aja gedeg bener kalo liat kaset/cd bajakan). semoga lebih banyak mereka yang mengapresiasi dengan terpuji daripada yang ga terpuji gitu ya.

So... For the last I wanna say that... Heard the latest news about Chester is breathtaking and full of sadness. I hope he is the last musician who did it. May all the best surround you now, wherever you are. Thank u for being an inspiration and motivation of many people in the world. You are amazing, Chester!

Comments

Popular Posts