Tahun Baru... B ja~

Mari sambutlah hari hari ke depan yang penuh dengan pesimisme. Besok.
Tahun baru sudah bukan tentang resolusi berderet panjang dari satu sampai ratusan. Mungkin ia datang untuk merenggut kebahagiaan di 2018. Lho bisa saja. Atau ia datang untuk mengganti yang luka dengan suka atau dengan luka baru. Terserah dia.

Tahun baru atau tidak tahun baru, dengan terompet atau tidur lebih awal, dengan sebotol bir atau segelas kopi karena masih harus kerja sampai pagi - toh besok tetap besok. Seperti Selasa Selasa sebelumnya.

Hanya kamu boleh bangun siang karena tanggal merah, sialnya sebagian dari kamu tetap bangun pagi meski libur. Pun tak semua manusia di muka bumi berbahagia merasakan libur tanggal merah. Lalu apa yang kamu rayakan? Eklusifitas? Wuopoooo kui.

Persiapan malam tahun baru sudah gegap gempita sedari natal. Hey, selamat natal ya teman teman. Kali ini saya mengirim beberapa pesan pribadi pada teman yang merayakan natal, beserta curhatan untuk berjumpa kalau mereka senggang dan pulang kampung.

Harga ayam dan sapi mahal - seperti lazimnya akhir tahun. Bukan karena ramainya kontestasi politik (bahasa gue anjir) pilpres 2019. Penjual terompet mendadak dangdut seperti penjual ketupat H-5 menjelang lebaran. Saya menunggu isu HIV diramaikan lagi, HIV menular dengan meniup terompet. Isu laknat. Sapi gila. Monyet kerasukan.

Pemanggang sudah disiapkan. Lho siapa suruh kalian bikin gaduh malam malam pakai acara bakar bakaran. Saya kira yang gaduh di twitter saja sudah, pemanggang dipanaskan tidak lagi hanya dengan satu kompor gas, tapi dengan kompor kompor gas.
Lalu ada yang prihatin dan turun gunung menangisi baliho yang sobek. Delapan tahun memimpin cecurut cecurut seperti saya ternyata mengajarkannya untuk pandai playing victim. Anjing. Itu baru aja lewat.

Politik dikipas - politik dibahas.
Malam tahun baru kok ngomongin politik. Nyata, baliho caleg di mana mana tinggi dan besar betul. Kalo bisa mah setinggi rooftop, kali. Agar supaya? Yang tahun baruan tetap dapat meng-asu-asu-kan tahun politik yang entah di kota ini atau di kota itu, semua memuakkan.

Cobalah beri mereka segelas kopi meski tidak senja dan tidak dengar musik indie. Obrolan pileg - pilpres, akan memenuhi linimasa selebrasi pergantian tahun.
Hidup harus tetap diusahakan  sendiri apapun pilihan politiknya. Ini dua tangan, sepuluh jari - beberapa ada yang kelebihan atau kekurangan. Semua sama. Punya hak untuk menentukan masa depan dan bukan berdasarkan nyoblos atau tidaknya - bukan juga berdasarkan nyoblos siapanya.

Ini tahun baru semangatnya harus baru, kata  mereka. Eh kalian juga omong demikian. Terima kasih tapi semangat saya sampai di sini, kalau harus baru lagi belum gajian karena tahun barunya tepat setelah akhir bulan. Kenapa tahun barunya tidak dibikin tanggal 5 saja? Biar apa? Biar aku udah gajian, lalu bisa beli semangat baru - kalau ma(mp)u.

Kan, yang punya semangat baru ataupun tidak, tetap sampai di besok sama sama. Jika panjang umurnya.

Doa dipanjatkan - doa digaungkan.
Itu ada yang mau berdoa di masjid dekat rumah kok dipublikasi? Ya, kalian juga boleh kalo saen.
Di sana ada gereja dijaga pasukan berseragam tapi beda agama. Kukira iman tak sebatas pekerjaan apalagi seragam, apalagi (lagi) cuma turut mengamankan ibadah umat beragama lain. Tapi otak beberapa gerombolan memang dasar otak selangkangan dan sorga bikinan ormas. Damai jadi pertikaian.

Kera, kera apa yang dimusnahkan? Keraguan untuk bersamamu.
Terima kasih untuk mual karena saya juga iya - begitu membuka ponsel dan membaca pesan itu dari sebuah akun layanan berlangganan kata kata yang mereka klaim bikin baper. Bukan! Cringe anjing! Kan lewat lagi barusan.

Percaya diri boleh. Ini cermin - orang boleh lihat dari belakang tampak muka di cermin. Boleh lihat depan muka tertutup cermin. Apa kuasa mengatur orang mau lihat? Pun hidup.

Saya terkaget, ternyata kanker paru pak sutopo itu sudah stadium lanjut, to?
Lho, kenapa Jokowi pilih ma'ruf Amin cawapres, sih?
Prabowo pilih Sandiaga?
Lho, kenapa sampai sekarang Anies masih sendirian memimpin Jakarta bahkan setelah dicomblangin sama mbak Nana di acaranya.
Hih, Jateng gini gini aja?
Lah Jatim juga.
Lho, kok Jabar dan sampe mana mana?
Provinsi lain mana suaranya?

PSSI ubres atau pura pura kaget tahu rekayasa pengaturan skor? Polisi sampai turun tangan. Lagi lagi karena mbak Nana. Saya berduka sebagai yang (pernah) cinta sepakbola Indonesia.
Eh, nggak jadi berduka. Saya masih akan tetap support kok. Jangan campurin masalah pribadi dong! YHA~
Omong omong, pak edy jabatannya apa ya sekarang?

Daftar 'kenapa' masih akan panjang padahal tahun baru tinggal hitungan jam saja.

Lho, kenapa tahu tahu Gisel cerai sama Gading?
Greg pemain persija itu jadinya sama Kimi atau mbaknya satunya lagi?
Nikahan mau kayak Suhay agar supaya terSuhaylah~ paan kamu sih mbak.
Itu pacarnya Marion? Julian? Yang baru putus sama Nadin?
Dollar turun? Kenapa tidak seramai dollar naik?
Oh ada yang mau tes baca Quran? Aku juga dulu iya pas kecil, bareng bareng serombongan diadepke pak Kyai. Nyaliku dah ciut maju ke depan aja kaki gemeteran. (dont force me about 'maju ke depan'. Umume ae *galak).

Saya kira 2019 itu pilpres, ternyata pildawak? Pilihan dai kawak?
Hmmm gemana. Katanya pilih pemimpin yang bisa imamin sholat, yang paham baca Quran. Kok diminta baca Quran depan ulama - mlipir. Bilangnya pilpres memilih pemimpin yang majemuk, bukan berdasar agama saja. Ke mana ae anjing! Waduh dah 3 kali nih anjingnya Levty lewat. Besok gue masak pake sayur kol juga dah~

Mendadak kuingin jadi minoritas agar sorganya tidak dipolitisasi ormas.

Ini cebong
Ini kampret
Ini konci sorga nih.
Dah sana pilih sendiri!

2018. Mau menyesal tapi takut tidak panjang umur. Padahal kan maut- jodoh - rejeki - skor, dah ada yang atur.
Jadi disyukuri - syukur masih bisa mengeluh sepanjang ini tanpa tangan kram atau mimisan. Syukur masih punya teman meski cuma ada pas butuh duit aja. Syukur masih punya keluarga meski seringnya demanding dan blaming.

Bersyukur untuk beberapa jam ke depan menjelang 2019. Karena akhir tahun depan belum tentu bisa begini lagi.

CHEERS!

Comments

Popular Posts